7 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Bursa Berjangka

Bursa berjangka sebagai pilihan investasi mungkin masih tabu untuk sebagian orang.

Investasi untuk komoditas yang satu ini dianggap hanya dipilih oleh investor kelas menengah ke atas.

Hal ini dikarenakan marginnya lebih besar ketimbang bursa saham.

Namun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk melirik investasi yang satu ini.

Bahkan, bursa berjangka saat ini semakin percaya diri untuk menargetkan kenaikan dari transaksi yang lebih tinggi di tahun ini.

Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi salah satu acuan harga komoditas dunia.

Tertarik mengenal bursa berjangka? Mari menguliknya lebih dalam lagi!

Apa Itu Bursa Berjangka?

Bursa berjangka merupakan tempat untuk transaksi jual beli kontrak dari sejumlah instrumen atau komoditi keuangan sesuai dengan harga tertentu yang proses penyerahan barang sudah disepakati untuk masa mendatang.

Kontrak ini  dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak mengetahui masing-masing lawan transaksinya.

Yang mana kontrak ini mengikat ketika ada kesepakatan dari penjual dan pembeli meski tidak saling mengetahui lawan transaksinya.

Dalam kontrak ini, tidak terdapat pasar sekunder. Yang mana semua ada pada kontrak primer yang didaftarkan di otoritas bursa setempat.

Kontrak berjangka ini dibuat dari kesepakatan menjual dan membeli komoditas dalam kualitas, kuantitas, waktu, jenis, serta penyerahan pada masa mendatang.

Bursa berjangka ini bisa digunakan menjadi sarana dalam mengelola risiko.

Dikarenakan adanya kontrak berjangka, maka faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga komoditi primer bisa diminimalisir.

Badan yang mengawasi dan menetapkan regulasi atas bursa berjangka ini adalah BAPPEBTI atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Semua investor yang telah mendaftarkan diri melalui pialang maupun broker menjadi penengah untuk transaksi bursa ini.

Fungsi Bursa Berjangka

Ada beberapa fungsi dari pasar berjangka yang mesti Anda ketahui, diantaranya:

  1. Transaksi margin yang mana pada setiap transaksi pada bursa berjangka merupakan transaksi margin yang mana kontrak yang dibeli mempunyai harga yang variatif serta umumnya berkisar 1/10 dari nilai jual sesungguhnya.
  2. Short-selling yang berarti jual kosong yakni kemampuan transaksi jual lebih dahulu sembari menunggu harga bisa turun, baru kemudian membelinya.
  3. Hedging atau pembeli kontrak bisa membeli dua kontrak berlawanan arah serta menutup sebelum habis kontrak.
  4. Standarisasi Kontrak yakni semua kontrak diperjualbelikan melalui bursa berjangka serta mempunyai nilai yang telah ditentukan menggunakan sistem lot.

BACA JUGA : 3 Rumus Profit Margin Plus Contoh Pengerjaannya!

Perbedaan Bursa Berjangka dan Bursa Saham

Terdapat beberapa perbedaan antara bursa berjangka dan bursa saham. Diantara perbedaan tersebut adalah:

1. Kontrak perdagangan di bursa berjangka tidak diterbitkan seperti pada penerbitan saham.

Sehingga, saat ada pembeli (long) dan penjual (short), maka harus menciptakan kontrak yang baru setiap melakukan suatu kesepakatan.

2. Pada bursa saham, jumlah efek terbatas. Penjual tidak bisa menciptakan saham karena pada pasar saham, penjual harus mempunyai efek sebelum menjualnya.

Sedangkan bursa berjangka, pembeli dan penjual bisa menciptakan kontrak baru ketika mencapai suatu kesepakatan.

3. Investor pada pasar berjangka dapat merealisasi rugi dan laba. Baik untuk membeli atau menjualnya jika transaksi jual beli ditutup posisinya.

Sedangkan pada bursa saham, investor hanya bisa merealisasi laba rugi ketika menjual saham miliknya, pembeli hanya bisa merealisasikan laba atau rugi ketika saham terjual.

4. Pada pasar saham, perdagangan fisik terjadi ketika transaksi saham dilakukan secara fisik, terdapat kewajiban membayar senilai 100% dari transaksi.

Lain halnya dengan pasar berjangka, transaksinya adalah kontrak penyerahan atau penerimaan barang tertentu pada masa mendatang.

Penjual atau pembeli hanya memiliki kewajiban untuk menyerahkan dana sejumlah 5% hingga 10% saja dari nilai komoditi.

Penyelesaian Transaksi pada Bursa Berjangka

Untuk menutup posisi, terdapat 4 cara dari transaksi berjangka. Diantaranya:

  1. Menyelesaikan transaksi dengan likuidasi
  2. Menyelesaikan transaksi dengan cara tunai
  3. Menyelesaikan transaksi dengan menyerahkan fisik aset turunan
  4. Menyelesaikan transaksi dengan tukar menukar fisik berjangka

Penjamin dari Transaksi Berjangka

Dalam kontrak derivatif atau kontrak dengan tingkat gejolak harga yang tinggi, terkadang, lebih bergejolak ketimbang aset acuannya.

Sehingga, pihak tertentu bisa menderita kerugian besar sehingga transaksi tidak bisa diselesaikan.

Untuk kontrak dagang yang mana, pihak terkait harus memastikan bahwa lawan transaksi bisa memenuhi kewajiban dalam berbagai keadaan pasar apapun.

Keadaan ini membuat prosedur transaksi menjadi cukup rumit. Tak heran jika transaksi berjangka tidak lagi menarik.

Untuk mengatasi hal ini, maka terdapat lembaga kliring yang berfungsi untuk menjadi substitusi dalam transaksi kontrak derivatif ini.

Anggota kliring penjual dan pembeli mendaftarkan pada lembaga tersebut.

Sehingga, lembaga kliring dapat menjamin hak serta kewajiban pembeli dari semua anggota.

Lembaga ini menjamin dan mengelola risiko dengan cara:

  1. Menanggulangi cedera janji
  2. Menyiapkan dana kliring
  3. Memisahkan dana anggota pada rekening yang terpisah
  4. Menyesuaikan harga harian
  5. Memungut dan mengelola margin
  6. Membina serta mengawasi kondisi keuangan dari anggota kliring

Margin pada Bursa Berjangka

Terdapat dua pihak yang memungut margin pada transaksi berjangka, yakni lembaga kliring dan pialang perdagangan berjangka. Keduanya akan dijelaskan pada ulasan di bawah ini!

1. Pemungutan Margin oleh Lembaga Kliring

Peran lembaga kliring salah satunya adalah menjamin transaksi anggota.

Sehingga, lembaga ini menggunakan 2 macam margin, diantaranya margin awal atau initial margin atau margin deposit yakni dana yang dicadangkan khusus untuk menutup berbagai kerugian ketika transaksi perdagangan.

Kedua, margin mark to market yakni pada akhir hari perdagangan, lembaga akan menilai lagi posisi terbuka yang ada serta menyesuaikan dengan harga penyelesaian pada akhir hari perdagangan.

Akibat dari penilaian ulang itu, timbul lah kekurangan dan kelebihan margin yang dikenal dengan variation margin.

Yang mana lembaga kliring akan mendebat otomatis rekening anggota kliring yang kekurangan margin serta mengkredit rekening dari anggota yang marginnya mengalami kelebihan.

2. Pemungutan Margin oleh Pialang

Margin ini disebut dengan margin nasabah. Yang mana merupakan dana yang ada pada pialang yang menjadi jaminan dari kontrak terbuka.

Dana ini harus lah lebih besar ketimbang margin awal yang disetorkan oleh pialang dari anggota kliring kepada lembaga.

BACA JUGA : Rumus Gross Margin : 3 Langkah Mudah & Singkat dalam Membuatnya

Lembaga Berwenang Terhadap Transaksi Berjangka

Perdagangan ini diatur lembaga independen yang kerap disebut self regulatory organizations (SRO).

Di beberapa negara, lembaga yang mengatur perdagangan berjangka meliputi:

  1. BAPPEBTI (Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di Indonesia
  2. Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) di Singapura
  3. Securities and Exchange Board of India atau SEBI di India
  4. Securities dan Futures Commission atau SFC di Hong Kong
  5. China Securities Regulatory Commission di China
  6. Comodity Futures Trading Commission atau CFTC di Amerika
  7. French Commission des Operations de Bourse (COB) di Perancis
  8. Financial Services Authority atau FSA di Inggris, dan masih banyak lagi.

Bursa berjangka merupakan salah satu tempat untuk melakukan investasi yang tepat.

Untuk itu, kenali dan cari tahu seluk beluk tentangnya sebelum memutuskan untuk memilih jenis investasi tersebut.

Leave a Comment