3 Contoh Faktur Pembelian dan Penjelasannya Lengkap

CONTOH FAKTUR PEMBELIAN – Faktur pembelian merupakan salah satu bukti transaksi perdagangan.

Dimana faktur ini merupakan dokumen yang dapat membuktikan bahwa ada suatu transaksi yang sudah terjadi serta bisa digunakan saat seorang akuntan membuat laporan keuangan.

Contoh faktur pembelian akan sangat dibutuhkan untuk bukti secara fisik apabila pelanggan akan melakukan komplain.

Biasanya, perusahaan yang mempunyai reputasi baik akan menerbitkan faktur pembelian walaupun tanpa permintaan dari konsumen.

Seperti yang Anda ketahui, ada dua jenis faktur. Yakni faktur pembelian dan penjualan.

Nah, yang akan dibahas pada artikel ini adalah mengenai faktur pembelian.

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih mendalam, Anda dapat melihat contoh faktur pembelian berikut ini sebagai gambarannya.

Contoh Faktur Pembelian

Untuk mengetahui bentuk dari faktur pembelian, sila Anda lihat contohnya di bawah ini:

Contoh Faktur Pembelian 1

Contoh Faktur Pembelian
mauboy.com

 

Contoh Faktur Pembelian 2

Contoh-faktur-pembelian-di-software-
accuratebusinesscenter.com

Contoh Faktur Pembelian 3

faktur pembelian bahasa inggris
pinterest.com

 

Pengertian

Setelah melihat contoh faktur pembelian di atas, tentunya Anda ingin mengetahui apa sebenarnya pengertian dari faktur pembelian itu? Mari telaah bersama.

Faktur pembelian merupakan invoice yang diterima konsumen maupun PKP atau pengusaha kena pajak yang berasal dari penjual dimana barang tersebut adalah BKP atau JKP (Barang Kena Pajak / Jasa Kena Pajak).

Sehingga, dapat dikatakan bahwa faktur pembelian adalah istilah untuk faktur penjualan yang telah diterima pihak pembeli barang kena pajak maupun bagi pengguna jasa kena pajak.

Pada mekanismenya, pengusaha kena pajak (PKP) maupun konsumen yang membeli barang membuat purchase order maupun dokumen untuk pemesanan JKP atau BKP yang kemudian akan diserahkan kepada PKP penjual.

Lantas, PKP penjual akan menyiapkan barang serta faktur penjualan.

Saat BKP maupun JKP diterima PKP pembeli, kemudian PKP juga akan menerima faktur penjualan atau invoice yang berisi jumlah nominal uang yang mesti dibayar.

Faktur penjualan nantinya akan diakui sebagai faktur pembelian oleh PKP.

Manfaat

Dengan melihat contoh faktur pembelian di atas, tentu Anda mengetahui bahwa ada beberapa manfaat dari faktur pembelian. Manfaat tersebut meliputi:

  1. Faktur pembelian akan menjadi dokumen yang dapat menunjukkan persediaan barang sesudah pembelian dilakukan.
  2. Faktur pembelian juga menjadi dokumen yang sah dalam hal pencatatan dalam pembukuan.
  3. Tak hanya itu saja, berdasar pada contoh faktur pembelian, maka dapat dilihat bahwa faktur ini akan menjadi dokumen yang bisa memperkuat klaim oleh konsumen maupun PKP pembeli ketika barang maupun jasa yang diberikan penjual tidak sesuai dengan perjanjian di awal order.
  4. Faktur pembelian juga memuat informasi mengenai nilai dari tagihan dan termin pembayaran yang mestinya dibayar oleh PKP pembeli atau konsumen.
  5. Merupakan bukti yang valid jika BKP yang telah dicantumkan pada invoce dijual lagi pada pihak yang lain. Dan jika PKP pembeli BKP adalah distributor, harga yang ada pada faktur pembelian akan menjadi patokan untuk menentukan harga jual pada pihak yang lain.
  6. Faktur pembelian akan menjadi bukti fisik tertulis apabila barang maupun jasa yang dibeli telah sesuai dengan ekspektasi dari pembeli.

Komponen dalam Faktur Pembelian

Seperti yang Anda lihat pada contoh faktur pembelian yang telah dipaparkan di awal. faktur ini berisi mengenai informasi pemesanan yang berasal dari perusahaan yang diberikan pada pemasok.

Sehingga, di dalamnya ada beberapa informasi penting yang dicantumkan.

Informasi ini meliputi nama produsen, nomor telepon, perusahaan konsumen, alamat produsen, rincian nama barang, alamat produsen, tanggal transaksi, nomor telepon, dan sebagainya.

Pada dasarnya, bentuk dan informasi dalam faktur pembelian berbeda-beda tergantung dari kebijakan perusahaan. Namun, apabila diperinci, faktur pembelian secara umum terdiri dari:

  1. Nama pembeli dan pedagang
  2. Alamat pembeli dan pedagang (lengkap)
  3. Jumlah barang
  4. Nomor order
  5. Nama barang
  6. Harga barang (satuan)
  7. Total jumlah barang keseluruhan
  8. Total harga per jenis barang
  9. Alamat pengiriman (lengkap)
  10. Tanggal Pengiriman (lengkap)

Langkah Membuat Faktur Pembelian

Berdasarkan pada contoh faktur pembelian yang telah dibahas di awal artikel, Anda dapat mengikuti langkah berikut dalam membuat faktur pembelian.

Agar lebih up to date, maka langka membuat faktur penjualan di bawah ini menggunakan Microsoft Excel.

  1. Sila Anda buka aplikasi Microsoft Excel
  2. Setelah itu, pilih lah file, lalu klik new from other template. Berdasar pada pilihan di menu tersebut, Anda dapat memilih langsung template invoice.
  3. Apabila telah muncul tampilan pembuatan faktur, maka, Anda tinggal menggantinya dengan logo perusahaan, telepon, alamat, serta alamat email dari perusahaan Anda.
  4. Selanjutnya, buat beberapa kolom yang dibutuhkan. Seperti:
    • Identitas perusahaan yang berisi tentang nama, alamat, dan slogan dari perusahaan Anda.
    • Nama customer yakni identitas lengkap konsumen yang berisikan nama serta alamat.
    • Kode atau nomor transaksi sesuai dengan kebijakan dari perusahaan yang membedakan antara transaksi yang satu dengan lainnya.
    • Detail barang yang berisi tentang daftar nama barang yang ditransaksikan, jumlah diskon (apabila ada), serta harga satuannya.
    • Tanggal transaksi berisikan informasi kapan transaksi dilakukan.
    • Sub total, total jumlah, serta PPN yang perlu dibayar customer.
    • Nama serta tanda tangan dari penerima agar bisa merekam transaksi tersebut dilakukan kepada siapa. Dengan begitu, maka akan diketahui pada siapa barang tersebut diberikan.
    • Stempel resmi perusahaan supaya faktur bisa diakui secara hukum sebagai dokumen yang resmi.
    • Keterangan lain yakni keterangan tambahan.

Perbedaan Faktur Pembelian dan Penjualan

Jika Anda melihat contoh faktur pembelian dan penjualan, maka keduanya hampir sama. Bahkan, Anda akan kesulitan menemukan perbedaan di antara keduanya. Namun, tetap saja ada hal yang membedakannya yakni:

  1. Faktur pembelian merupakan dokumen komersial untuk semua pemesanan oleh pembeli. Sedangkan faktur penjualan diberikan oleh vendor, supplier, pembeli ketika barang dikirimkan.
  2. Faktur pembelian adalah dokumen pelengkap ketika pengiriman barang dilakukan. Jadi, dapat dikatakan bahwa faktur pembelian merupakan faktur penjualan yang telah diterima oleh pembeli.
  3. Faktur pembelian merupakan bukti dari transaksi pembelian barang dengan cara kredit. Sehingga, faktur pembelian adalah bukti ekstern. Berbeda dengan faktur penjualan yang merupakan bukti transaksi penjualan barang dengan cara kredit. Faktur ini dibuat penjual dan diserahkan pada pembeli. Faktur penjualan adalah bukti intern.

Kesimpulan

Faktur pembelian merupakan invoice yang diterima konsumen maupun pembeli yang berasal dari penjual.

Faktur pembelian adalah faktur penjualan yang telah diterima konsumen. Sehingga, bisa disebut bahwa keduanya sama. Hanya saja berbeda sudut pandang.

Faktur pembelian adalah bukti transaksi yang penting untuk menyusun pembukuan akuntansi untuk masing-masing perusahaan.

BACA JUGA : 10 Tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Bentuk faktur setiap perusahaan tentu saja berbeda-beda. Namun, informasi di dalamnya biasanya tidak jauh berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan tersebut.

Demikian pembahasan mengenai contoh faktur dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment