3 Contoh Laporan Keuangan Usaha Kue dan Cara Penyusunannya

CONTOH LAPORAN KEUANGAN USAHA KUE – Dalam menjalankan sebuah bisnis, menyusun laporan keuangan adalah suatu hal yang sangat penting, sekalipun untuk bisnis UMKM.

Melalui laporan keuangan inilah Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan, peningkatan penjualan dan berbagai informasi penting lain.

Jenis laporan keuangan sendiri ada bermacam-macam, seperti laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan beberapa lainnya.

Setiap jenis laporan keuangan tersebut memiliki fungsi tersendiri, contohnya laporan laba rugi yang menampilkan rincian jumlah keuntungan atau kerugian perusahaan pada periode tertentu.

Pentingnya Menyusun Laporan Keuangan Untuk Usaha Kue

Jika dibandingkan dengan usaha jasa, bisnis manufaktur seperti usaha kue ini memang membutuhkan laporan keuangan yang lebih detail.

Ya, untuk jenis usaha manufaktur, Anda juga membutuhkan laporan persediaan barang yang akan memudahkan Anda mengatur manajemen pembelian barang produksi.

Setiap transaksi pembelian ataupun penggunaan barang produksi tersebut harus disusun rapi dalam buku besar laporan persediaan barang.

Selanjutnya, informasi dari laporan persediaan barang akan diolah lagi pada neraca akhir dan laporan laba rugi.

Melalui catatan transaksi yang rinci ini Anda dapat mengetahui seluruh informasi penting perusahaan, mulai dari kebutuhan barang produksi, jumlah sisa stok barang, jumlah kas masuk dan keluar, serta penyusutan-penyusutan lain.

Langkah Membuat Laporan Keuangan Usaha Kue

Bagi Anda yang masih pemula dalam dunia bisnis, mungkin Anda membutuhkan contoh laporan keuangan usaha kue sebagai referensi.

Namun sebelumnya, Anda harus mengetahui bagaimana langkah-langkah untuk membuat laporan keuangan yang benar pada usaha manufaktur.

1. Membuat Rencana Anggaran Biaya

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ialah membuat rencana anggaran biaya untuk bisnis kue tersebut. Buat list bahan apa saja yang dibutuhkan lengkap dengan jumlahnya.

Berikut ini contoh laporan keuangan usaha kue bagian rencana anggaran biaya:

Nama BarangSatuanHargaJumlah
Tepung terigu10 kg10.000100.000
Tepung sagu5 kg10.00050.000
Mentega5 bungkus15.00075.000
Telur20 kg20.000400.000
Gula pasir10 kg15.000150.000
Coklat Blok3 kg30.00090.000
Keju5 kg30.000150.000
Total1.015.000

2. Mencatat Setiap Transaksi

Setiap transaksi yang terjadi, baik pembelian, pelunasan hutang dan lainnya harus dicatat dalam buku besar.

Untuk mempermudahnya, Anda bisa membuat ayat jurnal sederhana untuk setiap transaksi.

Berikut ini contoh jurnal untuk pembelian bahan baku secara kas:

Pembelian bahan baku                     300.000

Kas                                                                  300.000

Sementara untuk pembelian bahan baku secara kredit, bisa dituliskan dengan:

Pembelian bahan baku                     300.000

Utang                                                              300.000

Nantinya seluruh jurnal yang sudah dibuat disatukan dalam buku besar kemudian disusun dalam laporan neraca. Fungsi buku besar disini adalah untuk memudahkan Anda menyusun laporan neraca.

3. Membuat Laporan Keuangan

Jika laporan neraca sudah jadi, Anda bisa langsung membuat laporan keuangan laba rugi.

Laporan ini disusun dengan menambahkan pendapatan dengan modal kemudian menguranginya dengan pengeluaran dan penyusutan.

Setiap akun yang masuk dalam kolom debet termasuk dalam penambahan modal.

Sementara akun yang masuk dalam kolom kredit, termasuk dalam pengurangan modal.

Terakhir laporan arus kas yang dibuat khusus untuk rekap seluruh transaksi yang berhubungan dengan uang kas, baik pengeluaran maupun pemasukan.

Jika pemilik melakukan pengambilan pribadi atau biasa disebut prive, Anda bisa memasukkannya dalam pengurangan kas.

Ketiga langkah membuat laporan keuangan usaha kue tersebut harus dilakukan secara rinci untuk mendapatkan laporan yang valid dan benar.

Tahapannya sendiri bisa Anda ikuti sesuai contoh laporan keuangan usaha kue yang tertera di atas.

BACA JUGA : Cek Contoh Pembukuan Keuangan + Penjelasan Lengkap

Contoh Laporan Keuangan Usaha Kue Sederhana

Setelah mengetahui bagaimana langkah-langkah membuat laporan keuangan, Anda bisa langsung cek contoh contoh laporan keuangan usaha kue sederhana berikut ini.

1. Contoh Laporan Neraca

ANEKA KUE RUMAHAN LEZAT

Neraca Saldo

31 Mei 2020

Nama AkunSaldo DebitSaldo Kredit
Kas1.000.000 
Peralatan produksi5.000.000 
Bahan baku produksi1.015.000 
Pitung sewa ruko 4.000.000
Biaya produksi550.000 
Gaji karyawan900.000 
Modal 4.465.000
Prive535.000 
 9.000.0009.000.000

2. Contoh Laporan Laba Rugi

A.      Penjualan Bersih

Penjualan                                    1.500.000

Penjualan bersih                                     1.500.000

B.      Biaya bahan baku                        950.000

Jumlah biaya produksi                               950.000

LABA                                                                                        550.000

3. Contoh Laporan Arus Kas

Nama AkunKas MasukKas Keluar
Kas Awal1.000.000 
Pembelian bahan baku 1.015.000
Pembayaran piutang1.650.000 
Biaya produksi 550.000
 2.650.0001.565.000

Dari contoh laporan keuangan usaha kue di atas, sisa kas yang Anda miliki adalah Rp. 1.085.000.

Jumlah tersebut didapatkan dari selisih kas masuk dan kas keluar.

4. Laporan Persediaan Barang

Khusus untuk perusahaan manufaktur seperti bisnis kue ini, Anda membutuhkan laporan persediaan barang.

Fungsinya adalah untuk mengetahui sisa stok barang, jumlah pembelian barang pada periode tersebut dan jumlah penggunaan barang pada periode tersebut.

Biasanya, laporan ini dibuat dalam bentuk kartu persediaan untuk setiap item barang.

Jadi, masing-masing item memiliki 1 kartu yang bisa digunakan untuk mencatat penggunaan maupun penambahan barang.

Berikut ini contoh laporan keuangan usaha kue untuk bagian laporan persediaan barang.

1. Kartu Persediaan Tepung Terigu

KeteranganDebitKredit
Stok awal 50 kg500.000 
Pembelian 30 kg300.000 
Penggunaan 70 kg 700.000
Pembelian 25 kg250.000 
Total1.050.000700.000

Dari kartu persediaan di atas terlihat jelas jika sisa stok barang pada akhir periode tersebut adalah 35 kg.

Sisa stok barang ini didapatkan dari pengurangan stok barang ada dan barang yang sudah digunakan, yakni:

Rp. 1.050.000 – Rp. 700.000 = Rp. 350.000 atau setara 35 kg tepung terigu.

2. Kartu Persediaan Telur

KeteranganDebitKredit
Stok awal 30 kg600.000 
Penggunaan 25 kg 500.000
Pembelian 40 kg800.000 
Penggunaan 25 kg 500.000
Pembelian 20 kg400.000300.000
Total1.800.0001.300.000

Sisa persediaan telur pada akhir periode pun bisa Anda hitung dengan mengurangkan stok tersedia dan stok dipakai:

Rp. 1.800.000 – Rp. 1.300.000 = Rp. 500.000 atau setara 25 kg telur dengan harga per kg adalah Rp. 20.000.

BACA JUGA : Kenali Neraca Analitik, Fungsi, Cara Penggunaan, dan Jenisnya

Tips Membuat Laporan Keuangan Usaha Kue Secara Cepat

Di era serba digital seperti saat ini, Anda bisa memanfaatkan software Akuntansi untuk membuat laporan keuangan usaha kue.

Untuk memudahkan Anda, pilihlah software dengan fitur lengkap dan cara penggunaan yang mudah, serta menyertakan contoh laporan keuangan usaha kue seperti yang Anda butuhkan.

Ketika Anda menggunakan software atau aplikasi pembuatan laporan keuangan, Anda hanya perlu memasukkan setiap transaksi yang terjadi per harinya.

Setelah itu, laporan keuangan akan otomatis tersedia melalui data transaksi yang sudah Anda input.

Umumnya aplikasi pembuatan laporan keuangan juga bisa digunakan untuk jenis usaha jasa.

Sebelum login pada aplikasi, Anda bisa terlebih dahulu memilih jenis usaha yang dijalankan.

Sehingga aplikasi akan menyesuaikan nama-nama akun yang digunakan pada laporan keuangan.

Setelah mempelajari contoh laporan keuangan usaha kue di atas, Anda bisa mulai menyusun sendiri laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ingat, meskipun bisnis Anda masih terbilang kecil, namun laporan keuangan sangat dibutuhkan agar setiap perkembangan bisnis dapat dipantau secara pasti.

Leave a Comment