Kenali Neraca Analitik, Fungsi, Cara Penggunaan, dan Jenisnya

NERACA ANALITIK – Beberapa orang menyebut neraca analitik sebagai neraca laboratorium.

Sebab, neraca ini memang kerap digunakan di dalam laboratorium untuk mengukur benda dengan massa yang sangat kecil.

Neraca ini sangat familiar untuk mahasiswa farmasi. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai neraca analitik, mari simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Neraca Analitik?

Neraca analitik atau timbangan analitik adalah alat laboratorium yang berfungsi mengukur massa suatu zat yang berbentuk padat atau cair.

Neraca ini mudah ditemukan di setiap laboratorium, karena memiliki fungsi yang vital dalam suatu penelitian.

Menurut Wikipedia, neraca analitik merupakan jenis neraca yang dirancang sebagai alat untuk mengukur massa yang kecil yakni dalam rentang sub-miligram.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa neraca ini merupakan alat di laboratorium yang berguna untuk mengukur massa zat yang kecil.

Neraca ini terdiri atas piringan pengukur neraca yang berada pada kotak transparan untuk mencegahnya dari debu dan angin dalam ruangan.

Ruang ini juga kerap disebut sebagai pelindung angin.

Sampel yang akan ditimbang, perlu disesuaikan dengan temperatur ruangan terlebih dahulu.

Tujuannya agar konveksi alami pembentukan aliran udara pada ruang neraca tidak terjadi.

Sehingga, tidak terjadi galat pembacaan.

Cara kerja dari neraca ini adalah mengukur tekanan yang dibutuhkan untuk menghitung massa dan tidak mengukur massa real-nya.

Neraca analitik juga menggunakan elektromagnetik agar dapat menghasilkan gaya tolak pada sampel serta mengeluarkan hasil dengan mengukur gaya yang dibutuhkan agar kondisinya menjadi setimbang.

Fungsi

Sesuai dengan pengertian dari neraca analitik. Maka, dapat dilihat fungsinya sebagai berikut:

  1. Untuk mengukur massa zat cair atau padat yang sangat kecil
  2. Mengukur massa zat dengan ketelitian tinggi yakni sekitar 0,0001 gram.
  3. Bisa membuat persentase massa zat terhadap zat yang lain.

Jenis dan Fitur

Sejatinya, neraca analitik terbagi atas dua jenis yaitu neraca analitik analog dan digital. Namun, saat ini, yang lebih banyak digunakan adalah neraca digital.

Sebab, penggunaan neraca analog cukup sulit dan rumit. Bahkan, harus memakai anak timbang yang cukup banyak.

Neraca analog merupakan neraca dengan proses pengoperasian yang manual. Caranya dengan menggeser slider atau anting.

Jika ada 3 lengan slider yang dapat digeser, maka untuk dapat menganalisa massa zat, harus menggeser ketiganya sampai timbangan semakin seimbang.

Sedangkan neraca digital lebih mudah operasionalnya. Anda hanya perlu menempatkan zat pada wadah yang telah tersedia (balance pan).

Sehingga, peneliti lebih cepat dalam bekerja.

Fitur yang terdapat pada neraca analitik digital meliputi:

  1. Electromagnetic force restoration yakni fitur yang berbasis coil magnetic permanen dengan tingkat akurasi pengukuran yang sangat tinggi.
  2. Internal Database Storing System yakni fitur yang membuat pengukuran dari hasil timbangan langsung tersimpan di dalam database.
  3. Touch Screen Display yakni fitur yang memudahkan pengguna atau user interface.
  4. Water pass berfungsi memastikan neraca ini selalu pada posisi yang benar.
  5. R232 Data Interface yakni fitur yang berfungsi menghubungkan neraca analitik menggunakan printer dan komputer.

BACA JUGA : Contoh Neraca Perusahaan Dagang + Cara Membuatnya

Kelebihan dan Kekurangan

Digunakan di laboratorium, tentunya membuat neraca ini dianggap lebih eksklusif dari segi penggunaan maupun kepemilikan.

Untuk itu, ada beberapa kelebihan yang dimilikinya, yaitu:

  1. Mempunyai tingkat akurasi yang baik yakni mencapai 0,0001 gram.
  2. Mudah untuk digunakan karena praktis dan lebih efektif.
  3. Tidak butuh waktu lama untuk menggunakannya.
  4. Mempunyai fitur internal calibration yang membuat pengguna dapat melakukan kalibrasi sendiri.

Meski memiliki berbagai kelebihan, neraca ini juga terdapat kekurangan. Diantaranya:

  1. Membutuhkan sumber listrik agar bisa mengoperasikannya.
  2. Mempunyai satuan batas maksimal agar bisa mengetahui spesifikasi lebih lanjut mengenai timbangan yang sesuai dengan kebutuhan.
  3. Harga dari neraca ini lebih mahal, jika ada kerusakan, maka biaya reparasinya cukup tinggi.
  4. Harus ditempatkan secara benar. Sebab, hembusan udara saja dapat memengaruhi ketelitian dari neraca ini.

Cara Memilih Neraca Analitik yang Benar

Jika Anda belum terbiasa memakai neraca ini. Maka, akan agak sulit untuk memilihnya.

Untuk itu, simak tipsnya di bawah ini untuk membeli neraca analitik yang sesuai dengan kebutuhan.

  1. Pertama, pastikan kebutuhan neraca Anda lebih jelas. Apa saja spesifikasi yang dibutuhkan. Berapa resolusi, pan size, response time, dan berbagai spesifikasi lainnya.
  2. Memilih neraca analitik tentu juga harus mempertimbangkan harganya. Pastikan harga neraca yang Anda pilih lebih kompetitif.
  3. Perhatikan juga layanan purna jualnya. Pastikan ada garansi serta layanan lainnya apabila neraca suatu saat mengalami kendala.

Cara Memakai Neraca Analitik

Untuk menggunakan neraca analitik, sebetulnya Anda hanya perlu melihat pada manual book-nya. Pada manual book ada prosedur penggunaan yang tepat. Meski begitu, tidak ada salahnya mengingat cara menggunakannya:

  1. Memastikan neraca ada pada posisi yang sesuai. Pastikan Anda menyetting water pass sesuai dengan petunjuk pada buku manual.
  2. Menempatkan neraca di posisi yang jauh dari berbagai hal yang bisa memengaruhinya seperti suhu yang tinggi dan embusan angin.
  3. Nyalakan neraca dengan tekan tombol ‘power’.
  4. Tunggu posisi sampai stabil atau menunjukkan angka nol.
  5. Buka pelindung sebelum zat tersebut ditempatkan pada piringan. Tunggu hingga angkanya stabil. Lalu catat massa zat yang Anda timbang.
  6. Kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan.
  7. Menghindarkan neraca dari medan magnet di sekitar lokasi penempatannya.
  8. Bersihkan neraca apabila tidak lagi digunakan.
  9. Matikan neraca apabila tidak digunakan untuk waktu yang lama.

Pengguna Timbangan Analitik

Fungsi utama dari neraca ini adalah untuk menimbang. Seperti yang telah diketahui bahwa penggunaan neraca ini ada di laboratorium.

Beberapa orang yang menggunakan timbangan analitik adalah laboran. Selain itu, kerap juga digunakan oleh analis atau peneliti.

Neraca analitik kerap juga berfungsi membuat komposisi zat yang baru dari beberapa zat yang sudah ditentukan.

Semisal saat seorang peneliti akan membuat oralit dengan rasa yang lebih enak ketika diminum.

Semisal dengan komposisi 5 gr gula dan 5 gr garam dan diaduk dalam 100 ml air, maka peneliti harus membuat agar rasanya lebih lezat.

Maka, dibutuhkan timbangan analitik untuk menentukan berapa jumlah kandungan perasa-nya.

Proses Kalibrasi

Apabila Anda merasa tingkat akurasi atau resolusi dari neraca analitik sudah berkurang, maka perlu dilakukan kalibrasi.

Dimana kalibrasi adalah proses untuk menyetting ulang alat supaya kembali pada nilai standar serta presisinya.

Ada dua jenis proses kalibrasi neraca analitik yakni kalibrasi eksternal dan internal.

Kalibrasi eksternal yakni proses kalibrasi dengan menggunakan komponen lain yakni bandul kalibrasi.

Sedangkan kalibrasi internal adalah proses tanpa komponen tambahan. Anda hanya perlu menyetting ulang neraca sesuai dengan buku panduan.

Demikian pembahasan mengenai neraca analitik, dan berbagai hal yang terkait dengannya.

Pastikan menggunakan neraca ini sesuai dengan manual book yang telah Anda miliki. Pun, lakukan perawatan agar tidak terjadi kerusakan.

Tinggalkan komentar